Archive for November, 2006

sebelum eksekusi

seperti kidung yang dikaburkan musim, malam lambat dingin.
sepasang mata jadi tawanan kafan, sepasang yang menolak pejam.

di sudut remang puluhan bibir mengatup gentar.
mereka saksikan tugu peringatan
dibangun dari orang-orang buangan; tubuh-tubuh yang ditumbalkan.
seseorang telah terpilih untuk lahir dan dihakimi bangsanya sendiri.
buku-buku sejarah membuang undi:
pahlawan atau pecundang?

bangsanya sesungguhnya bangsa yang belum merdeka;
meski bendera berkibar-kibar di pucuk-pucuk tiang,
meski di halaman sekolah anak-anak menyanyikan
satu nusa satu bangsa satu bahasa.
bangsanya tetaplah tawanan diri mereka sendiri
bangsa yang masih gagal memaknai semboyan
merdeka atau mati.

seseorang tengah berdiri di bawah sorot lampu.
ia sepasang mata tawanan kafan yang menolak pejam.
menunggu kesejatiannya dimerdekakan.

Advertisements

Read Full Post »