Archive for May, 2007

sepasang kekasih Babilonia

sayang! sayang! serang! coba dengar bunyi kereta di lenganmu. suara apa di jantungku? ada malaikat di tingkap rumah. maling jemuran telah ditangkap? ini ibu budi, itu bapak budi. jadi berapa sapi engkau miliki? satu ditambah satu tak pernah lebih dari dua. ah, kata siapa engkau tua. Nimrod, sampeyan memang angkuh! kau tuduh aku mengaduh? diam dan cium aku sekarang, sayang! stop! stop!  tapi tak pernah ada taksi di busstop. kita adalah sepasang kekasih Babilonia, tersesat  dalam labirin menara suar bahasa.

Advertisements

Read Full Post »

Mei di bundaran HI

Mei, mari kita ke bundaran HI, aku ingin sarapan ketupat sayur sambil nonton tv.  segelas aqua dingin rupanya tak cukup menghapus rasa pedas. seperti hujan yang dilepas water cannon ke kerumunan buruh kontrak. kabarnya seorang menteri kehilangan sepasang telinga di starbuck. “kalau ingin bertemu jakarta,  ke kota saja”. penjajahan tiap hari terjadi di depan mata. tapi siapa percaya? seorang gadis kuning langsat menempel kartun gie di kaus ketat. gie masih hidup hingga festival film Indonesia. sebelum tubuhnya dikubur di halaman kantor kementerian seni dan budaya. tahun 98 aku melihat Mei terakhir kali. Tubuhnya lesap di antara asap dan puing-puing api. “Biasa pak, pesanan” kata sekawanan babi. Di muka gang anak-anak kecil bermain bola seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi siapa percaya?

 

 

Read Full Post »