Archive for July, 2008

dalam demam

malam menggaris rimis
langit kota yang beku
kabut berlepasan
berjatuhan dari tingkap-
tingkap lampu

kaudesakkan kembali
namamu, tubuhmu,
pendar-pendar itu
ke taman kecil di mana
burung-burung menyusun
sarang terakhir

sebuah ayunan
mengayunkan suara
bayangan hitam
di kejauhan

kaukah itu? tanyamu
ketika lampu padam
dan suara tinggal karat
bilah-bilah logam
yang mendekat
pelan.

kaukah itu?

Read Full Post »