Archive for September, 2010

ping!

terdengar suara
ping!
di jendela

kau melongok
tapi pintu
tak kunjung
kaubuka

tahu
di luar
Aku sabar
menunggu
seperti biasa

Read Full Post »

layla tov

ketika genta gereja berdentang
melintas suara adzan
dan kau sandarkan kepala
pada pundakku, layla

bila kau katupkan mata
seperti itu
akan kucuri waktu
mengecup keningmu

telah kita tempuh
kebosanan demi kebosanan
berputar-putar
membilang angan

lev adam yekhashshev darkho
wadonay yakhin tsa’ado

tapi Tuhan
timbul tenggelam
seperti nyala kunang-kunang
di kejauhan

kai humeis oun ginesthe hetoimoi

apakah kita akan menyerah
seperti simpuh pada
sebuah ibadah

kauhembuskan nafas
dingin dan panjang
tengadah memandang
langit kosong lengang

Read Full Post »

variasi pada melankolia v.2.0.

dinding-dinding tumblr buram
oleh kenangan

kolom-kolom wordpress
sedingin es

di laman
puisi berguguran
seperti peristiwa jumat siang
ketika diktator @tifsembiring
menghabisi riwayat kebebasan

hidup tak pernah abadi,
katamu @JustWannaSayIt berulangkali

apakah yang @kau takutkan #truthordare
kataku meminjam pertanyaan

engkau mengirim (˘⌣˘)​
dari kejauhan

apakah harap
masih utuh
atau rasa cemas
penuh ke seluruh*

mungkin nanti #tuhan akan melawat
mengetuk-ketuk
lewat jendela skype

atau memang
#lifeisunfairuntil the_end
sedang timeline makin berisi
dengan complain + melankoli

Read Full Post »

on nothing

bulan
jatuh dalam
secangkir espresso
langit mistis
seperti
vignet marie
pada kanvas picasso

Read Full Post »

kepada september

berbaring
di rerumputan
sehabis hujan
menyaksikan
cahaya beserbuk
jatuh
dari ketinggian

dan
di kejauhan
kerlap sayap
capung
bagai warna
pada
daun gugur

tahun-tahun telah
menyepuh rindu
memutih rambutku
musim-musim
melukis gelisah
menegaskan parasku

sementara kau
tak kunjung hadir
sekedar menemaniku
berbaring
menyusun ulang
kenangan
yang telah jadi
puing

kesiut angin september
menghampir,
menebar sihir
di sudut dada
ada yang senantiasa
tersirap,
tergigil

Read Full Post »

the girl in striped pajamas

cinta adalah pesan-pesan pendek tengah malam. dan aku akan menunggumu sampai tertidur kemudian.

apa yang membikin kau lelap setelah percakapan? mungkin suara hujan yang melenakan. mungkin lalu lintas yang lengang. atau sepasang alismu yang kau usap pelan-pelan. mungkin…

kudekap tubuhmu yang imajiner.

setelah itu tinggal malam, bau kecut ter pada tembok kamar dan kedip lampu messenger yang meninggalkan kita perlahan-lahan.

Read Full Post »

in solitude

bulan ranum di reranting langit
malam harum sebentar
seperti kenangan
sebelum jerit

 

Read Full Post »

Older Posts »