Archive for March, 2007

panggilan

selalu, setiap ia sampai baris-baris riwayat
ada yang senantiasa berkelebat
di bilik Imamat.

Advertisements

Read Full Post »

taman hujan

dua bangku duduk resah
di bawah pohon kenangan.

dua pasang mata basah
memandang langit ingatan.

dua bangku, dua pasang mata
mengabut perlahan-lahan
pada lanskap taman.

Read Full Post »

seperti apa kesetiaan itu?

seperti botol-botol rindu
kadaluarsa dalam kulkas waktu.

Read Full Post »

sunyi pun tiba
sebelum sempat kubaca gelagat
cuaca di langit matamu.

malam menjelma biara
sepasang patung perunggu tergagap
gugup berhadapan muka.

ssstt…biarlah ini jadi
sunyi paling sunyi
untuk kita hayati.

Read Full Post »

negeri dalam kulkas

di muka kulkas kita dengarkan:
celoteh telur, rumpian sayur,
igauan tahu, rengekan susu.

blarrr!!!
bunyi ledakan:
pesawat terbakar.
kapal terbakar.
orang terbakar.

abu di mana-mana.
debu di mana-mana.
tangis di mana-mana.
celoteh telur, rumpian sayur,
igauan tahu, rengekan susu,
di mana-mana.

di muka kulkas
kita tak kemana-mana

Read Full Post »

kereta api di kepalaku

kereta api bersliweran di kepalaku. melintasi mata, keluar masuk telinga. melaju tak tentu, seperti lalu lintas pukul tujuh. ini rel atau jalan tol? burung-burung emprit berjajar di kawat listrik. kucing-kucing tidur di rumah kardus. orang-orang menunggu di sentral tubuhku, di sebelahnya pasar, di sebelahnya kamar mandi, di sebelahnya kali. ini rel atau jalan tol? hei, kalau tanya yang penting dong! orang-orang mulai tak sabar. orang-orang di sentral tubuhku itu, yang di sebelahnya pasar, yang di sebelahnya kamar mandi, yang di sebelahnya kali. mereka berteriak. mereka memukul meja. mereka menggedor kaca. kucing-kucing tidur di rumah kardus sepanjang pagi. burung-burung emprit sudah terbang sejak tadi. tapi kereta tak kunjung datang. terjebak jalur buntu. melingkar-lingkar dalam kepalaku.

Read Full Post »

tidak ada namaku di koran pagi

tidak ada namaku di koran pagi. chris john sudah dibayar, muhammad rahman akan pensiun awal. sebuah pesawat meledak di bandara. ambulan meraung-raung sepanjang jalan. sumur lumpur kembali ditemukan. tapi tidak ada namaku di koran. hanya kegalauan. kata-kata yang tak terbaca. monitor komputer yang menyala. lampu kecil yang berkedip-kedip sejak tadi. dan di winamp green day lantang bernyanyi, “i want to be the minority!” namaku rocky balboa, tokoh khayal dari kota yang dituding penuh dosa. akulah petinju itu, aku manajer restoran, aku ayah, aku suami yang ditinggal mati istri. kuberitahu sesuatu yang sudah engkau tahu. hidup memukulku lebih keras dari semua lawanku! omong kosong? ya tak ada yang tidak omong kosong di sini. sebab itulah barangkali tidak ada namaku di koran pagi.
maaf, siapa namamu tadi?

Read Full Post »